Hari ini saya meng-handle seorang klien yang lumayan membuat saya iri.
Klien tersebut adalah seorang pembantu dari klien saya yang sebenarnya.
Jam 3 sore, wanita itu datang tergopoh-gopoh karena harus mengerjakan sesuatu yang sangat urgent. Begitu katanya.
Kebetulan saya memang tidak ada janji dengan orang itu. Dan saya masih mengerjakan pe-er yang lumayan numpuk di meja kerja saya.
Setelah 5 menit, saya baru keluar ruangan...
Me: "Maaf ya mbak, saya masih ada kerjaan di dalam.."
Si Pembokat: "Oh iya, nggak apa-apa mba.. bla..bla..bla.."
Me: "Nanti ukurannya biar tukang ukur saya yang datang ke rumah ya.."
Si Pembokat: "Ok.. nanti ketemunya sama sekretarisnya bapak ya. Namanya bu S... Karena besok saya sudah mau berangkat.."
Me: "Waduh, kayaknya pergi yang menyenangkan nih mbak.. mau pergi kemana mbak??"
Si Pembokat: "Itu, mau nemenin anak-anak liburan. Ke LA.."
Me: (dalem hati: busyeeeet.. enak bener..) "Wuiiihhhh... asiik banget mbak... berapa lama?"
Si Pembokat: "10 Hari mbak.."
Me: (dalem hati: gile, gw aja belom pernah..) "Duuuh enaknya.., oleh-olehnya jangan lupa ya mbak..."
Gile, dengan jabatan sebagai pembantu saja sudah bisa ke luar negri.
Saya, dengan jabatan sebagai Account & Design Executive, tidak punya paspor.
Apalagi ke luar negri..
Mulai berfikir...
Untuk bisa ke LA, saya tetap bekerja sebagai Account & Design Executive atau beralih jadi Pembantu-nya orang kaya yaa??
Wednesday, March 18, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)
